Pada Tahun 1916 misionaris Ordo Kapusin (Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum) Belanda datang ke Nyarumkop, Kalimantan Barat, dan mulai membuka tempat pendidikan yang disebut Persekolahan Katolik Nyarumkop (untuk selanjutnya akan disingkat menjadi PKN). Tujuan di bukanya PKN adalah agar masyarakat pedalaman memperoleh ilmu pengetahuan.

  Pada awalnya program pendidikan yang diberikan di PKN sangat sederhana, yaitu belajar membaca, belajar berhitung, bahasa belanda dan Agama Katolik. Dalam perjalanan waktu, program pendidikan yang sederhana tersebut berkembang ke pendidikan lanjutan untuk tenaga guru bagi sekolah – sekolah di pedalaman, sekolah pertanian dan pertukangan. PKN terdiri dari TK Santa Lucia, SD Santa Clara, SMP Santo Aloysius Gonzaga, SMA Santo Paulus, dan Topang (Tahun Orientasi Panggilan). Seluruh sekolah berlokasi di sebuah kompleks persekolahan Singkawang Kalimantan Barat. Secara organisasi PKN berada  di bawah naungan  Keuskupan Agung Pontianak.